Saya menulis buku ekonofisika. Judul bukunya Nalar Fisika di Pasar Saham: Pengantar Ekonofisika.
Buku ini menyuguhkan lompatan-lompatan nalar dari fisika ke pasar
saham. Harapannya, buku ini akan turut melengkapi khazanah buku
referensi ekonofisika di Indonesia yang masih sangat langka.
Bagi pembaca dari fisika yang merindukan medan kajian yang menantang,
ekonofisika patut untuk dipertimbangkan. Bagi pembaca dari ekonomi yang
merindukan cara pandang atau paradigma baru dalam melihat medan
persoalan ekonomi, ekonofisika layak diperhitungkan kecanggihannya.
Ia hendak menempatkan buku ini sebagai buku yang menawarkan gagasan
bahwa nalar fisika dapat dibawa ke ranah yang berbeda. Ia tidak sedang
mendakwahkan pasar sahamnya tetapi mendakwahkan jalan berpikir
fisikanya. Semoga tujuan buku ini tercapai.
Buku ini gratis. Anda dapat mengunduhnya tanpa harus membayar.
https://drive.google.com/file/d/0Bxy4suKzO1Jub0ZXRWRkSnh6VVk/view
Sunday, June 01, 2014
Thursday, March 22, 2012
Monday, August 15, 2011
Ketika Telah Tiba Saat Menikah
Oleh Rachmad Resmiyanto
http://www.eramuslim.com/oase-iman/rachmad-resmiyanto-ketika-telah-tiba-saat-menikah.htm
MENIKAH adalah keputusan yang besar dalam hidup kita. Ini adalah pilihan yang tidak main-main. Memilih seorang pasangan yang dengannya kita akan membangun sebuah keluarga, menurunkan keturunan dan hidup bersama dalam segenap suasana bukanlah persoalan yang hanya untuk satu dua tahun saja, melainkan untuk sepanjang tahun. Untuk jangka waktu yang selama-lamanya. Bahkan bukan hanya di dunia, tapi juga untuk hidup di akhirat. Demikianlah, kita perlu mempertimbangkan dengan seksama dan matang perihal ini.
Sejatinya, keputusan apapun dalam hidup kita merupakan peristiwa besar. Dari keputusan itu, kelak rangkaian peristiwa akan terus bergulir. Ada peribahasa lawas, langkah keseribu dimulai dengan langkah pertama. Kita perlu hati-hati dan cermat ketika memutuskan, apapun. Orang Cina kuno punya pepatah, rusak seinci rugi seribu batu. Maka, pengambilan keputusan merupakan pertemuan dengan sebuah revolusi.
Labels:
Pernikahan
Tuesday, August 02, 2011
Matematika dan Perang
Matematika Bisa Memprediksi Kapan akan Terjadi Serangan di Irak dan Afghanistan
Peristiwa-peristiwa kekejaman dalam sebuah peperangan seringkali terlihat terjadi secara acak. Tapi jika berkaitan dengan berbagai peristiwa serangan yang dilakukan kelompok perlawanan di Irak dan Afghanistan, kejadiannya tidak selalu random dan bisa diprediksi secara matematis.
Labels:
Fisika,
Riset Operasi
Korupsi itu dimulai dari ruang kelas
Mahasiswa memang makhluk cerdik dan piawai dalam mengembangkan teknik-teknik mencontek.Syukurnya, mahasiswa kategori ini memang tak banyak. Mereka jumlahnya minoritas. Beberapa waktu lalu, ketika ujian akhir semester, saya menemukan ada mahasiswa yang mencontek. Saya ambil kamera buat memotret bukti contekannya. Usai mengawas ujian, saya tempel poster ini di kampus, "Korupsi itu dimulai dari ruang kelas".
Labels:
CaBe - Catatan Bebas,
Kuliah,
Pendidikan
Thursday, July 28, 2011
Sebuah meja sebuah nama
| Meja kerja profesor fisika universitas gadjah mada© Rachmad R |
Demikianlah meja jati tua ini. Seperti meja lainnya, ia juga punya riwayat.
Tatkala saya mahasiswa, meja ini digunakan oleh begawan fisika gadjah mada, Muslim. Ia seoarang profesor fisika. Muslim menjadi ikon kejeniusan fisika di UGM. Muslim merupakan murid dari Achmad Baiquni.
Selepas Muslim tiada, meja itu kini digunakan oleh Rosyid. Ia adalah pembimbing skripsiku, juga tesisku. Nama lengkapnya, Muhammad Farchani Rosyid. Ia doktor fisika dari Jerman. Kini, ia menjadi associate professor. Tak lama lagi, ia juga akan menjadi profesor seperti Muslim.
Labels:
CaBe - Catatan Bebas,
Kuliah,
Pendidikan
Tuesday, July 12, 2011
Ujian Sejarah Fisika, Sebuah Maklumat
Ini kali pertama saya mengampu matakuliah sejarah fisika. Ujiad tengah semester kemarin saya bikin soal sebanyak 5 biji. Soalnya meminta mahasiswa untuk menjawabnya dalam bentuk uraian. Kini, untuk ujian akhir semester, saya bikin soal isian singkat. Bahannya sejak awal kuliah sampai akhir kuliah. Jumlah pertemuannya sebanyak 14 kali. Buat menyampaikan itu, saya bikin maklumat-maklumatan. Maklumat ini saya tempel di dinding kaca LTPS dan papan mahasiswa di lantai 3.
Beginilah boenji daripada makloemat itoe.
Beginilah boenji daripada makloemat itoe.
Maklumat Ujian Sejarah Fisika
“Dan jika telah sampai pada hari yang ditentukan, sungguh siapa saja yang ikut sejarah fisika akan ditanyai 60 perkara. Maka barangsiapa yang rajin menyimak kuliah dalam 14 pertemuan itu, mereka akan menjadi orang-orang yang beruntung. Sesungguhnya siapa yang keluar ruang ujian dengan wajah yang berseri-seri adalah tanda akan mendapatkan kabar gembira. Maka siapkanlah bekal yang cukup untuk hari yang ditentukan itu.”
Ngayogyakarta Hadiningrat,
Senin Kliwon, Dina Kaping Sanga Sya’ban 1432 Hijriyah
(11 Juli 2011)
Pangageng Kuliah Sejarah Fisika
Rachmad R
Labels:
Kuliah
Thursday, July 07, 2011
Video Seloka HMPS Pendidikan Fisika
Ahad Legi 4 Jumadil Tsani 1432 tahun hijrah nabi (08 Mei 2011) HMPS Pendidikan Fisika bikin acara Festival Fisika di Kampus 3 UAD. Selepas acara usai, ketika senja sudah mulai membayang, mereka bikin acara foto bersama. Ketika sudah berkumpul bersama, ambil pose, mendadak Bayu Indriarto memberi komando untuk bikin seloka. Bunyinya, "HMPS Pendidikan Fisika, maju terus, pantang mundur". Maka segenap panitia yang sudah siap pose itu kemudian menyanyikan seloka itu bersama-sama.
Saya turut mengabadikan bagaimana mereka berekspresi dengan seloka itu dengan kamera video yang melekat dalam telepon genggam saya. Video ini merupakan rekaman peristiwa itu. Saya suka dengan seloka itu. Penuh semangat, optimisme dan dinamika anak muda.
Saya menunggu kabar baru dari anak-anak muda ini.
Labels:
CaBe - Catatan Bebas,
Pendidikan
Wednesday, July 06, 2011
Cerpen: Nubuwat
Sebuah Cerpen oleh Rachmad Resmiyanto
Pagi ini Yogya nampak tua. Di sudut-sudut kota, debu-debu berhamburan ke segenap penjuru. Mobil-mobil yang merayap di jalanan semuanya kusam kelabu. Rumah-rumah penuh dengan lumuran debu. Gedung-gedung yang menjulang tinggi terasa sepi, tak terawat lagi. Meski pagi ini tak hujan, banyak orang keluar dengan jas hujan. Beberapa yang lain pergi membawa payung. Semua orang di jalan mengunci mulutnya rapat-rapat. Komunikasi cukup dilakukan dengan bahasa isyarat. Suasana kota amat mencekam. Pagi ini Yogya benar-benar nampak begitu tua. Kota yang biasanya penuh tenaga ini, kini telah menjadi sebuah desa tua.
Aku berjalan dalam gegas menuju rumah. Kubersihkan seluruh debu di sekujur tubuh. Saban pulang dari luar kota, istriku selalu dengan hangat menyambutnya. Sesaat sebelum aku mengetuk pintu, ia sudah membukakannya buatku. Sebelum aku sempat mengucap salam padanya, ia telah mendahului bersalam kepadaku. Dan segenap lelahku selama di luar kota langsung menguap tiap kali ia mengembangkan senyum. Tangannya langsung menuntunku menuju perjalanan yang begitu indah. Inilah kebiasaannya sejak kami menikah 3 tahun silam.
Labels:
Bahasa-Sastra,
Pernikahan
Friday, June 17, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)





