Wednesday, October 07, 2009
Jangan Mencari Uang
Friday, October 02, 2009
Gempa: sebuah bencana ?
Wednesday, September 30, 2009
Sebab Akibat
Thursday, September 17, 2009
Fraktal Kemiskinan
http://ramadan.detik.com/read/2009/09/17/184903/1206087/626/fraktal-kemiskinan
Jakarta -Di muka jalan menuju rumah saya, ada sebuah gerobak kayu yang agak usang termakan panas dan hujan. Seorang bapak paruh baya pada waktu-waktu tertentu ada di sana.
Tuesday, September 15, 2009
The Heart of Mathematics
Sementara Einstein percaya bahwa alam semesta dapat disederhanakan dalam suatu geometri. Sampai akhir hayatnya, ia berusaha mewujudkan gagasannya ini. Sayang, ia belum mencapai hasil yang final.
Monday, September 07, 2009
Makalah Simposium Puslitjaknov 2009
Rachmad Resmiyanto* , Wahyu Mar’atus Sholihah**, Nuriyati**
*Pusat Studi Pendidikan FKIP Universitas Ahmad Dahlan
**Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan
Jakarta 4-6 Agustus 2009
ABSTRAK
Dalam program sertifikasi seorang guru harus memenuhi 10 komponen portofolio untuk dapat lolos sertifikasi. Setelah guru lolos sertifikasi, guru akan mendapat tunjangan profesi. Kinerja guru pascasertifikasi selama ini belum diukur, padahal para guru pascasertifikasi mendapat tunjangan profesi.
Model yang diajukan dalam makalah ini merupakan pengembangan Scientific and Financial Performance Measure (SFPM). Model instrumen ini berusaha untuk mengukur kinerja guru pascasertifikasi dengan tetap berpedoman pada komponen portofolio. Untuk melenyapkan unsur subjektivitas selama pengukuran maka model berbasis pada capaian luaran ilmiah guru. Kinerja guru akan dinilai menjadi kinerja ilmiah dan kinerja finansial. Kinerja finansial merupakan konversi ekonomi dari kinerja ilmiah sehingga tunjangan profesi dapat dilihat tingkat manfaatnya dalam peningkatan kinerja guru pascasertifikasi. Dari simulasi model yang dilakukan menunjukkan bahwa guru-guru yang aktif menghasilkan luaran ilmiah akan memiliki angka/indeks kinerja yang baik. Model juga dapat mengakomodasi penggunaan tunjangan profesi untuk kinerja ilmiah. Dalam menghasilkan luaran ilmiah, seorang guru mungkin membutuhkan sejumlah uang atau bahkan tidak sama sekali. Pengukuran yang dilakukan dengan model ini menunjukkan bahwa kinerja ilmiah yang dilakukan oleh guru benar-benar dapat dikonversi nominal uangnya dalam persentase. Oleh karena itu, model ini dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengukur kinerja guru pascasertfikasi.
Kata kunci: kinerja guru, SFPM, luaran ilmiah
Monday, August 17, 2009
Selalu ada cinta
Friday, August 14, 2009
Beberapa tawaran gagasan untuk diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)
Thursday, August 13, 2009
Download RPP Fisika SMA & MA
Jika Anda hendak langsung menyimpannya dan membacanya secara offline maka Anda dapat langsung klik kanan dan pilih "Save As".
Monday, August 10, 2009
Kunjungan MGMP Fisika SMA/MA Semarang
Sebanyak 40 guru fisika yang tergabung dalam wadah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika SMA/MA Kota Semarang melakukan kajian banding di Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan pada Sabtu 08 Agustus 2009.
Kedatangan guru-guru fisika dari kota pesisir utara Jawa Tengah ini bermaksud untuk mempelajari perkembangan terkini tentang penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK atau ICT) dalam pembelajaran fisika.
Kedatangan 40 guru fisika ini disambut oleh Wakil Dekan FKIP UAD Dra. Triwahyuningsih, M.Hum. Selanjutnya Dr. Moh. Toifur selaku Kepala Lab. Fisika UAD memberikan penjelasan tentang seluk-beluk kinerja lab. dan rekam jejak (track record) penelitian dan pengabdian yang pernah dilakukan selama ini. Salah satunya adalah perjalanan lapangan (field trip) bersama MGMP Fisika Bantul di Pantai Parangtritis untuk mengukur kekuatan kincir dalam menghasilkan tenaga listrik dan mengukur kandungan pasir besi di hamparan pasir pantai.
Pembicara berikutnya, Drs. Ishafit, M.Si yang juga Dekan FKIP dan aktif di Laboratorium Teknologi Pembelajaran Sains (LTPS) memberikan wawasan sekilas lintas (overview) model-model pembelajaran fisika dengan TIK dan kemudian melakukan demonstrasi demi demonstrasi. Bola yang dilempar ke atas diambil videonya kemudian ditelisik dengan software Logger Pro. Pembelajaran macam ini belum banyak diterapkan di sekolah-sekolah.
Materi ketiga diberikan oleh Rachmad Resmiyanto, S.Si tentang Simulation based laboratory. Ia menyampaikan bagaimana menggunakan simulasi-simulasi fisika untuk pembelajaran fisika di kelas. Penekanannya adalah bagaimana menyusun desain pembelajaran yang optimal berdasarkan simulasi-simulasi Physics Education Technology. Simulasi-simulasi yang ada dapat digunakan di kelas sebagai alat bantu mengajar dan demonstrasi, di laboratorium sebagai praktikum dan di rumah sebagai tugas dan pengembangan konsep yang sudah diberikan.
Acara ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta. Seusai presentasi dan demonstrasi, beberapa guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Acara kemudian ditutup pada pukul 17.00 WIB dengan saling menyerahkan cenderamata dan foto bersama.