Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Tuesday, August 18, 2015

Duduk Selonjor



Saya pernah membaca kisah Imam Abu Yusuf. Beliau merupakan murid Imam Abu Hanifah.
Imam Abu Yusuf tidak pernah berani duduk selonjor dg kaki menjulur ke arah rumah Imam Abu Hanifah meski jaraknya sekitar 70 meter.

Akhlak yg sungguh mulia.

Sunday, August 16, 2015

Mujtahid Fisika


Seorang mujtahid (mutlak) ialah seorang pembaharu. Dalam fikih kita mengenal beberapa mujtahidin mutlak yg akhirnya dikenal sebagai imam madzhab, yakni Imam Syafi'i, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Ahmad. Dalam satu lingkungan madzhab masih banyak juga mujtahidin dwngan berbagai tingkatnya.
Imam Ahmad pernah ditanya apa syarat seseorang dapat diaebut mujtahid. Beliau menjawab hapal 500.000 hadits.

Di fisika sepertinya tidak ada syarat khusus. Kok iso yo?

Sunday, May 17, 2015

Ilmu, Dikembangkan untuk Apa?

Ada seuntai kalimat berbahaya yang hendak saya kutip di sini. Kalimat itu punya bunyi begini, "hasil penelitian tidak akan banyak memberikan maslahat bagi masyarakat jika eksistensinya hanya dalam bentuk manuskrip." Masih ada lagi kalimatnya. "mengapa hasil peneltian kita hanya sekedar menjadi pajangan di rak-rak buku perpustakan atau rumah kita. atau paling banter dipubilkasikan dalam seminar/jurnal dan seditkit yang sampai ke hak paten, kalopun ada hak patennya, belum tentu mendatangkan royalti. IRONIS."

Kalimat ini hadir setelah sebelumnya ada sebuah cerita 2 profesor yang juga menjadi wiraniaga. Semuanya diceritakan di bawah sebuah judul yang indah, "agar hasil penelitian menjadi lebih maslahat". Saya sungguh terkejut. Sebuah kemanfaat ilmu ternyata dibicarakan dalam bingkai komersialisasi. Sebuah kemaslahatan ilmu ternyata dibincangkan dalam ranah barang dagangan.

Tuesday, August 02, 2011

Korupsi itu dimulai dari ruang kelas

Mahasiswa memang makhluk cerdik dan piawai dalam mengembangkan teknik-teknik mencontek.Syukurnya, mahasiswa kategori ini memang tak banyak. Mereka jumlahnya minoritas. Beberapa waktu lalu, ketika ujian akhir semester, saya menemukan ada mahasiswa yang mencontek. Saya ambil kamera buat memotret bukti contekannya. Usai mengawas ujian, saya tempel poster ini di kampus, "Korupsi itu dimulai dari ruang kelas".

Thursday, July 28, 2011

Sebuah meja sebuah nama

 Meja kerja profesor fisika universitas gadjah mada© Rachmad R
Sebuah meja bukan sekedar sebentuk kayu tanpa makna. Ia punya jejak. Tentang siapa saja yang pernah menggunakannya. Tentang barang apa saja yang pernah di taruh di atasnya. Meja juga bisa menunjukkan status.Sebuah meja selalu punya riwayat.

Demikianlah meja jati tua ini. Seperti meja lainnya, ia juga punya riwayat.

Tatkala saya mahasiswa, meja ini digunakan oleh begawan fisika gadjah mada, Muslim. Ia seoarang profesor fisika. Muslim menjadi ikon kejeniusan fisika di UGM. Muslim merupakan murid dari Achmad Baiquni.

Selepas Muslim tiada, meja itu kini digunakan oleh Rosyid. Ia adalah pembimbing skripsiku, juga tesisku. Nama lengkapnya, Muhammad Farchani Rosyid. Ia doktor fisika dari Jerman. Kini, ia menjadi associate professor. Tak lama lagi, ia juga akan menjadi profesor seperti Muslim.

Thursday, July 07, 2011

Video Seloka HMPS Pendidikan Fisika



Ahad Legi 4 Jumadil Tsani 1432 tahun hijrah nabi (08 Mei 2011) HMPS Pendidikan Fisika bikin acara Festival Fisika di Kampus 3 UAD. Selepas acara usai, ketika senja sudah mulai membayang, mereka bikin acara foto bersama. Ketika sudah berkumpul bersama, ambil pose, mendadak Bayu Indriarto memberi komando untuk bikin seloka. Bunyinya, "HMPS Pendidikan Fisika, maju terus, pantang mundur". Maka segenap panitia yang sudah siap pose itu kemudian menyanyikan seloka itu bersama-sama.

Saya turut mengabadikan bagaimana mereka berekspresi dengan seloka itu dengan kamera video yang melekat dalam telepon genggam saya. Video ini merupakan rekaman peristiwa itu. Saya suka dengan seloka itu. Penuh semangat, optimisme dan dinamika anak muda.


Saya menunggu kabar baru dari anak-anak muda ini.

Wednesday, June 08, 2011

Kampoeng Sastra di Kalibening 2011

Hari Sabtu Pon, 02 Rajab 1432 tahun hijrah nabi (4 Juni 2011) kami melakukan tamasya madrasah ke Komunitas Qaryah Thayyibah di Kalibening Salatiga. Ketika hendak pulang, Pak Bahruddin titip pamflet ini. Saya scan pamfletnya dan saya unggah ke blog ini. Kalimat demi kalimat saya tulis ulang. Semoga bermanfaat. Tabik.

Kampoeng Sastra

writing tresno jalaran soko kulino

"Aku ingin menulis cerita-cerita hebat,
yang akan diterjemahkan ke setiap bahasa,
yang bebas dibaca semua umur dan kasta,
yang akan disadur banyak orang,
yang akan diperbincangkan para kritikus tiada lelah,
yang Oprah Winfrey akan berkata "must read"
maka aku akan tetap menulis, menulis, menulis"

Buat kalian para pelajar, santri, mahasiswa dan Umum...
Jadikan diri kalian berbeda, istimewa...
Buatlah sesuatu yang bisa dikenang oleh dirimu dan orang lain...
munculkan kepercayaan diri kalian...
dengan mengikuti Camp Sastra bersama para penulis remaja yang sudah berhasil memikat dan menggugah para pembaca melalui karya-karyanya

Saturday, May 07, 2011

Template MS Word Skripsi Pendidikan Fisika UAD

Oleh Rachmad Resmiyanto

Courtesy by Google
Satu tahun silam, sekira awal Februari 2010, saya mendapatkan buku pedoman penulisan skripsi FKIP UAD yang ditulis oleh Jabrohim, Sarwadi dan Bustami Subhan. Saya dapat 10  Februari. Saya mendapatkan buku ini lewat Siti Nurjanah, ibu tata usaha prodi Pendidikan Fisika UAD. Buku pedoman ini berangka tahun 2003.

Semester itu, mahasiswa yang berada dalam bimbingan perwalian saya banyak yang mulai ambil skripsi. Mereka angkatan 2006. Saya dengar, aturan baru mengharuskan saya, selaku dosen wali, melakukan fungsi sebagai pintu gerbang seluruh skripsi mahasiswa bimbingan saya. Untuk itulah saya merasa perlu baca teliti pedoman penulisan skripsi.

Seusai membaca seluruh aturan yang termaktub dalam pedoman, saya coba bikin template skripsi dalam MS Word. Semangatnya satu, biar mahasiswa saya mudah dalam menulis. Mahasiswa tidak perlu direpotkan terhadap aturan teknis tata tulis sehingga bisa lebih konsentrasi ke substansi skripsi yang ditulis. Template ini juga bermaksud untuk bikin rapi skripsi mahasiswa. Saya coba cek beberapa skripsi yang dikemas dalam keping CD koleksi prodi, ternyata untuk membacanya kita masih perlu berusaha dengan keras. Skripsi masih ditulis dengan format yang kurang teratur. Template ini datang buat itu. Template ini berusaha untuk merapikannya.

Monday, April 18, 2011

Banyak yang melupakan sejarah

Rachmad Resmiyanto

Banyak orang yang memang melupakan sejarah. Padahal, sejarah amat penting buat menyadarkan kita, sekarang kita ada di mana, kemarin kita dari mana dan kira-kira akan kemana kita kelak. Sebab, tak ada yang baru di bawah matahari, demikian kata pepatah arab kuno. Melalaikan sejarah telah menyebabkan banyak pejabat pemerintah yang kufur terhadap perjuangan generasi Sunan Gunung jati, Dipoenegoro sampai generasi Bung Tomo. Melailakain sejarah telah menyebabkan banyak ilmuwan hanyut  sedang mengembangkan ilmu dan teknologi yang ia sendiri tidak tahu asal-usulnya.

Teknologi adalah real, saya sepakat. Tetapi, kita mesti mengingat dengan baik, teknologi selalu bersandar pada ilmu, dan ilmu bersandar pada pandangan dunia (world view). Saya yakin, setiap pandangan dunia akan sanggup menghasilkan ilmu dan kelak juga berujung pada pengembangan teknologi.

14 Jumadil 'Ula 1432 H / 18.04.2

Friday, April 15, 2011

Hukum Gravitasi Newton: Sedikit Tafsir Alam

Rachmad Resmiyanto

Hukum gravitasi tidak di-formulasikan dalam suatu persamaan matematis yang didasarkan pada Scientific Experiment. Mulanya, Newton menyusunnya secara konseptual. Ia berawal dari gagasan filsafat Newton tentang alam ini. Tetapan gravitasi universal sendiri baru ditetapkan ketika teori Newton itu sudah berumur 100 tahun. Ada jarak sejauh 1 abad antara Newton dengan Cavendish yang mengukur tetapan gravitasi universal Newton. Karya Newton terbit 1687. Cavendish baru bikin buktinya tahun 1790-an. Saya masih sulit membayangkan bagaimana teori Newton berterima di kalangan ilmuwan tetapi dengan sebuah tetapan yang belum diketahui. Saya masih belum tahu bagaimana situasi yang semacam itu.

Ilmu dan Visi Penelitian

Rachmad Resmiyanto
Ada seuntai kalimat berbahaya yang hendak saya kutip di sini. Kalimat itu punya bunyi begini, "hasil penelitian tidak akan banyak memberikan maslahat bagi masyarakat jika eksistensinya hanya dalam bentuk manuskrip." Masih ada lagi kalimatnya. "mengapa hasil peneltian kita hanya sekedar menjadi pajangan di rak-rak buku perpustakan atau rumah kita. atau paling banter dipubilkasikan dalam seminar/jurnal dan seditkit yang sampai ke hak paten, kalopun ada hak patennya, belum tentu mendatangkan royalti. IRONIS."

Kalimat ini hadir setelah sebelumnya ada sebuah cerita 2 profesor yang juga menjadi wiraniaga. Semuanya diceritakan di bawah sebuah judul yang indah, "agar hasil penelitian menjadi lebih maslahat". Saya sungguh terkejut. Sebuah kemanfaat ilmu ternyata dibicarakan dalam bingkai komersialisasi. Sebuah kemaslahatan ilmu ternyata dibincangkan dalam ranah barang dagangan.

Monday, April 11, 2011

Prasasti Runtuhnya Fisika Klasik

Oleh Rachmad Resmiyanto

Fisika klasik memiliki 6 anggapan dasar. Kala itu, bangunan fisika semuanya ditegakkan di atas 6 pondasi ini. Segala hal yang ditemui di alam nyata selalu dikembalikan dan berusaha dijelaskan dengan berdasarkan apada anggapan tersebut. Segala teori dan perkiraan yang menyelisihi anggapan ini dengan segera akan diremehkan, ditentang dan akhirnya bisa jadi juga ditendang dari panggung fisika. Anggapan-anggapan ini adalah:
  1. Reduksionisme. Alam semesta mirip mesin raksasa dalam ruang-waktu mutlak. Gerakan rumit dipandang sebagai gerakan sederhana dari bagian2 penyusunnya, sekalipun bagian-bagaian tersebut tidak bisa dilukiskan.
  2. Kausalitas. Hukum Newton menyimpulkan tiap gerak selalu punya sebab. Jika suatu benda bergerak, kita selalu bisa mencari penyebabnya. Ini sebab akibat yang tidak lagi dipertanyakan lagi.
  3. Determinisme. Jika sekarang diketahui keadaan gerak suatu partikel, maka gerakannya dapat diketahui juga pada sebarang titik di masa depan dan masa lalu.
  4. Cahaya sebagai gelombang. Sifat-sifat cahaya bisa dilukiskan secara lengkap dengan teori gelombang elektromagnetika Maxwell (dibuktikan Thomas Young 1802, interferensi celah ganda)
  5. Partikel vs gelombang. Energi yang bergerak dapat dilukiskan dalam 2 model: partikel, gelombang. Keduanya terpisah.
  6. Pengukuran yang teliti. Sifat sistem dapat diukur dengan ketelitian tak terbatas, termasuk sistem atomik.

Saturday, April 02, 2011

Tugas Metodologi Penelitian Pendidikan 02

Sekapur Sirih buat Mahasiswa


Segenap puji bagi Allah Yang Maha Tinggi. Seribu satu salam buat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam.

Tugas ini hanya sederhana saja. Anda cukup membaca liputan dalam bunga rampai ini sampai tamat. Ada 4 naskah yang  saya himpun buat Anda.

Semua liputan dalam antologi ini ditulis dalam bahasa yang memikat. Ia menggabungkan disiplin paling berat dalam jurnalisme dan kerenyahan bercerita dalam karya fiksi.

Liputan ini merupakan hasil kerja jurnalisme. Semua liputan ini adalah hasil riset. Inti jurnalisme adalah verifikasi. Fakta amat disucikan  di sini. Kerja macam begini dibutuhkan oleh periset.

Nama-nama yang dikisahkan merupakan nama-nama yang hidup. Tempat cerita juga benar-benar nyata. Peristiwa-peristiwa yang dialami juga merupakan kejadian sebenarnya. Seluruh detil cerita merupakan fakta.

Untuk bisa bikin naskah riset yang panjang macam liputan ini, wawancara butuh dilakukan dengan banyak narasumber. Jumlahnya bisa puluhan bahkan ratusan. Waktu yang dibutuhkan juga tak sekedar sepekan dua pekan.

Tuesday, March 01, 2011

Maneges Keadilan di Ruang Ujian

Oleh Rachmad Resmiyanto

PADA SEBUAH PAGI, ketika kampus 3 Warungboto masih lengang, seorang mahasiswi berbaju krem dengan kerudung sewarna, datang ke salah satu ruangan di sayap utara. Ruangan itu adalah yang paling ujung, arah barat. Ia datang  dengan langkah dalam gegas.

Ia menulis di secarik kertas kecil, berukuran setengah folio,  tanpa mengambil kursi untuk duduk. Ia masih setengah berdiri. Ia menulis sambil membungkukkan beberapa ruas tulang belakangnya. Nafasnya masih tersengal-sengal.

Selesai menulis, ia tersenyum kecil dan menyerahkan tulisan itu. Saya baca namanya perlahan. Saya lihat program studinya. Juga mata kuliahnya.  Saya pegang secarik kertas itu, blangko pelanggaran presensi.

Pada tatakan presensi kehadiran, saya bolak-balik berkas, mencari presensi matakuliah itu. Ketemu juga namanya. Ada beberapa tanda silang besar dalam deret seusai namanya tertera. Saya hitung jumlah silang besar itu. Saya gelengkan kepala, “Maaf mbak, Anda tetap tidak bisa ikut ujian”. Dan mahasiswi itu pergi menjauh dengan semburat wajah yang penuh kecewa.


Wednesday, February 09, 2011

Anggapan Dasar Fisika Klasik

Oleh Rachmad Resmiyanto

Fisika Modern merupakan sebuah era fisika baru yang ditengarai dimulai per 1900-an. Ia lahir dengan meruntuhkan anggapan-anggapan yang sudah mapan dalam fisika klasik. Laiknya situasi politik, tentu saja, para fisikawan dibuat kalang kabut dengan keyakinan-keyakinan yang hendak diruntuhkan oleh keyakinan baru dalam fisika. Fisikawan-fisikawan yang tak turut dengan perubahan keyakinan ini bisa dikata sebagai fisikawan-fisikawan penganut status quo.


Thursday, February 03, 2011

Catatan Singkat tentang Pemikiran Kuhn

Oleh Rachmad Resmiyanto

Thomas Samuel Kuhn, seorang fisikawan Harvard, adalah salah satu nama yang "diberkati" dalam filsafat ilmu. Adikaryanya, The Structure of Scientific Revolutions (1962), telah ikut mewarnai bagaimana kita dapat memberikan penafsiran terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Buku itu merupakan salah satu buku akademik di abad ke-20 yang memiliki pengaruh besar, bukan hanya bagi fisikawan dan ilmuwan filsafat ilmu, melainkan hampir seluruh ilmuwan di segenap disiplin ilmu.

Kuhn telah mentahbiskan sebuah istilah baru dalam filsafat ilmu, yakni paradigma. Setiap kata ini disebut di berbagai pembicaraan disiplin ilmu, istilah ini pasti dilekatkan dengan sosok Kuhn.


Monday, January 24, 2011

Merapikan Argumen

Oleh Rachmad Resmiyanto

(Materi Pengantar Logika untuk BATRA HMI MPO Cab . SLeman)



Sebuah kalimat dibangun oleh kata-kata. Bila bangunan kata itu tak rapi, tak punya makna, ia bukan kalimat. Kata-kata yang disusun itu kelak dapat membentuk pernyataan, pertanyaan, perintah atau permintaan. Dari keempat itu, hanya pernyataan (proposisi) saja yang punya nilai benar atau salah. Nilai ini hanya boleh dimiliki satu saja pada satu kesempatan. Artinya, benar dan salah tidak bisa secara serempak menjadi nilai sebuah pernyataan.

Dalam khasanah ilmu, “pernyataan” ini lebih dikenal sebagai “teori”. Karenanya, perdebatan dalam lapangan ilmu hakikatnya merupakan perdebatan apakah pernyataan itu memiliki nilai benar atau salah. Ramai perdebatan ini bermula sejak era ribuan tahun lampau hingga kini. Ada nama-nama Plato, Aristoteles, Al Kindi, Bacon, Pierce, Russel, Whitehead dll.

Pernyataan “Semua manusia akan mati” dan “Jumlah sudut-sudut segitiga adalah 180 derajat” dapat memiliki nilai benar atau salah. Tentu saja, sebelum menyematkan nilai “benar” atau “salah”, perlu diupayakan penelitian terhadap pernyataan itu.


Perhatikan Anak-anak Kita

Hasil Seminar tanggal 30 Oktober 2010 di kemang village, Jakarta
By Elly Risman, ...M.Psi (Yayasan Buah Hati)
Di share dari teman yang ikut di Jakarta. Panjang tapi sangat menarik buat orang tua agar aware



Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh sms anak sekarang, dengan huruf biasa tapi dibuat secara ALAY, tapi dibuat sedemikian rupa, sehingga kami, seluruh orang tua yang ada di ruangan seminar, tidak ada yang bisa membaca sms apakah itu?Apa maksud sms tsb?

Alaaahh...sms alay kan bisa dibaca. meski bikin mata dan otak kerja keras dulu buat tau maksudnya?

NO! Totally, ga ada satupun yang bisa baca sms tsb.

Dan, Taaaraa.....ternyata selain dengan huruf alay, sms tsb, dibacanya harus dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)! Can u imagine thattt????

Tuesday, January 18, 2011

Download Silabus dan RPP Fisika untuk SMA dan MA

Download Silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Mata Pelajaran Fisika untuk SMA dan MA, kelas x, kelas xi dan kelas xii

(silakan klik masing-masing gambar di bawah)

Monday, January 17, 2011

Cara Berbahagia dengan Akreditasi

Oleh Rachmad Resmiyanto 

Ada beragam tanggapan dan reaksi yang berhamburan seusai nilai akreditasi prodi yang turun satu tingkat. Ada yang histeria. Ada yang kecewa. Ada yang mau demonstrasi. Ada yang ingin pindah ke perguruan tinggi tetangga. Ada juga seraut penyesalan yang muncul dan menyalahkan diri sendiri kenapa dulu memilih perguruan tinggi ini. Ada pula yang takut kelak tidak bisa menjadi pegawai negeri. Ada lagi dan ada lagi.


Reaksi-reaksi yang datang silih berganti seolah dan seakan-akan menegaskan bahwa nilai akreditasi merupakan pertanda datangnya petaka di masa depan. Nasib  setelah ini terasa begitu malang. Jalan ke depan terasa begitu gelap. Di depan sana seolah hanya terlihat kegelapan demi kegelapan dan tak ada seberkas cahaya yang dapat dijadikan obor penerang jalan ke depan. Nilai akreditasi seolah membawa sinyal dari jaman yang akan kita songsong. Ia seakan-akan merupakan duta dari masa depan yang penuh dengan kalabendu.